Suspensi KLX140R L menawarkan kenyamanan dan performa lebih baik dibanding suspensi up side down pada KLX150 SE. Kawasaki KLX140R L tidak main-main ketika menyebut dirinya sebagai motor off-road murni. Kawasaki menggunakan sokbreker uni-track yang terhubung ke swing arm aluminium ringan untuk membuktikan keunggulan sistem suspensi belakang KLX140R L di medan ekstrem. Dengan jarak main mencapai 200 mm, sistem suspensi ini mampu meredam guncangan besar dari tanah bergelombang, lubang dalam, atau pendaratan setelah lompatan.
Baca juga: Motor Terlaris di Indonesia Juli 2025: Honda Vario 125 Memimpin dengan Dominasi Skutik
Yang membuatnya semakin unggul adalah kehadiran pengaturan lengkap: preload, compression, dan rebound. Artinya, pengendara bisa menyesuaikan karakter suspensi sesuai bobot tubuh, gaya berkendara, atau kondisi medan — dari tanah berbatu hingga lumpur licin. Banyak pengguna melaporkan bahwa suara khas “cess” saat suspensi terkompresi menjadi bukti bahwa sistem bekerja secara optimal, tanpa keras atau terlalu lembek.
Sebaliknya, KLX150 SE yang mengusung konsep dual-purpose hanya memiliki jarak main 192 mm dan menggunakan swing arm besi kotak yang lebih berat. Hasilnya? Suspensi KLX150 SE memberikan respons lebih lambat dan terasa kurang nyaman saat digunakan di medan alam bebas yang ekstrem.
Perbandingan KLX140R L vs KLX150 SE: Mengapa Desain Konvensional Lebih Unggul untuk Petualangan Ekstrem?
Di tengah tren motor trail modern yang beralih ke suspensi upside down (USD), Kawasaki justru memilih suspensi teleskopik konvensional untuk KLX140R L. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dengan diameter tabung 33 mm dan jarak main 190 mm di depan, suspensi konvensional ini memberikan karakter redaman yang lebih empuk dan lincah.
Hasilnya? KLX140R L lebih tahan terhadap bottom out (mentok) saat melewati gundukan tajam atau tanjakan curam. Sementara KLX150 SE, meski menggunakan USD yang secara umum lebih kaku dan stabil di aspal, justru lebih cepat mentok karena jarak main hanya 185 mm dan setting yang cenderung keras.
“Mekanik spesialis trail menyatakan bahwa Kawasaki merancang suspensi konvensional KLX140R L khusus untuk menyerap guncangan di medan off-road, bukan untuk stabilitas di jalan raya. “Di medan kasar, motor ini justru lebih nyaman dan aman.”
Swing Arm Aluminium dan Suspensi Depan 33 mm Bikin KLX140R L Lebih Responsif di Medan Berat
Salah satu keunggulan tersembunyi KLX140R L adalah penggunaan swing arm berbahan aluminium. Komponen ini tidak hanya membuat struktur belakang lebih ringan, tetapi juga meningkatkan kekakuan dan respons terhadap pergerakan suspensi. Alhasil, roda belakang lebih mudah mengikuti kontur tanah, terutama saat melibas tikungan tajam atau tanjakan berbatu.
Ditambah dengan suspensi depan 33 mm yang responsif, KLX140R L mampu memberikan feedback langsung ke pengendara. Ini penting dalam situasi off-road, di mana kontrol dan prediksi sangat menentukan keselamatan. Berbeda dengan motor dual-purpose yang mengorbankan kecepatan respon demi kenyamanan jangka panjang di jalan aspal.
Fakta teknis: Kawasaki menggunakan swing arm aluminium yang ringan untuk menciptakan distribusi bobot lebih seimbang, sehingga pengendara dapat mengendalikan motor dengan lebih mudah saat manuver di medan sempit atau tanah licin.
Baca juga: PT Astra Honda Motor Bidik Penjualan 6,7 Juta Unit Motor di 2025
Harga Lebih Tinggi, Tapi Nilai Off-Road KLX140R L Tak Tertandingi oleh Motor Dual-Purpose
Kawasaki memasarkan KLX140R L dengan harga Rp 41,6 juta (off the road), lebih tinggi dibanding KLX150 SE yang dibanderol Rp 38,8 juta (on the road Jakarta). Namun, selisih harga ini bukan tanpa alasan. Kawasaki merancang KLX140R L sebagai motor off-road murni tanpa memasang lampu utama, spion, maupun pelat nomor. Sehingga motor ini tidak dimaksudkan untuk digunakan di jalan umum.
Lalu, mengapa lebih mahal? Karena nilai tambahnya terletak pada komponen berkualitas tinggi: suspensi panjang, swing arm aluminium, dan tuning khusus untuk medan ekstrem. Bagi penggemar enduro atau trail riding, harga ini justru terasa wajar mengingat performa dan ketahanan yang ditawarkan.
“Saya rela bayar lebih untuk motor yang benar-benar bisa diajak adventure ke hutan atau gunung,” kata Raka, pengguna KLX140R L dari komunitas trail Bandung. “KLX150 SE bagus untuk harian, tapi KLX140R L lebih siap untuk petualangan serius.”
Bukan Sekadar Motor Trail, KLX140R L adalah Pilihan Ideal untuk Petualangan Alam Bebas Tanpa Kompromi
KLX140R L bukan sekadar varian lain dari keluarga KLX. Ia adalah perwujudan nyata dari filosofi motor off-road sejati. Kawasaki merancang suspensi, memilih material, dan menyetel kaki-kaki KLX140R L secara spesifik untuk satu tujuan: menaklukkan medan yang sulit.
Tidak ada kompromi untuk kenyamanan di jalan aspal. Tidak ada fitur yang mengganggu performa di tanah. Hanya fokus pada handling, daya tahan, dan kemampuan menyerap guncangan. Inilah yang membuat KLX140R L menjadi favorit di kalangan pengendara trail, pelatih pemula, hingga petualang harian yang mencintai alam.
Kawasaki tidak mencoba bersaing dengan motor on-road. Mereka menciptakan motor untuk mereka yang ingin keluar dari jalur — baik secara harfiah maupun kiasan.
Kesimpulan: Suspensi Konvensional yang Canggih, Bukan Ketinggalan Zaman
KLX140R L membuktikan bahwa teknologi suspensi konvensional tetap bisa unggul ketika dirancang dan diterapkan dengan tepat untuk kebutuhan off-road. Dengan suspensi konvensional yang dioptimalkan, jarak main panjang, dan konstruksi ringan. Motor ini justru mengungguli saudaranya yang lebih modern secara teknologi, seperti KLX150 SE.
Bagi penggemar off-road sejati, KLX140R L bukan hanya pilihan — ia adalah standar baru untuk petualangan alam bebas di kelas 150cc.